tentang saya


Lahir pada 3 April 1971 di Jayapura sebagai putra pertama dari pasangan Yustinus Lase dan Blandina Maria Theresia Dumatubun. Berprofesi sebagai guru bukan merupakan sebuah pilihan saat masih bersekolah. Hanya sekedar mencari pengalaman bekerja saja, alasan yang selalu saya berikan jika seseorang bertanya "mengapa memilih untuk menjadi guru?". Namun setelah saya menjalani profesi tersebut beberapa bulan, akhirnya saya membulatkan tekad saya untuk menekuni profesi yang satu ini. Alasannya? Membuat orang lain dapat mengerti dan memahami sesuatu tidaklah mudah, dan saya merasa bahwa saya memiliki kemampuan untuk itu. Jika kita dapat membuat orang dapat mengerti dan memahami sesuatu dan hal tersebut menjadi berguna baginya maka seumur hidup orang tersebut tidak akan melupakan kita.
Olahraga, makan, nonton, bermain game, berkomputer, biking, dan teaching merupakan hobby saya. Hampir semua jenis olahraga permainan saya gemari, pedas dan panas merupakan makanan kesukaan saya. Film action dan commedy selalu mengisi waktu senggang saya. Kalau tidak ada yang baru Moto Cross MTX, Need For Speed Undergroud saya jajali.
Memperistri Maria Regina Lian seorang wanita keturunan China pada 3 Mei 1987 dan kini telah dikaruniai 2 orang putra.

riwayat pendidikan

TK Bintang Kecil Abepura pada tahun 1976 merupakan tempat dimana saya mengenyam dunia pendidikan formal pertama kali. 1977 diusia yang masih sangat muda saya melanjutkan pendidikan dasar di SD YPPK Gembala Baik.
Hingga pada pada tahun 1979 saya dipindahkan ke SD Negeri I Kotaraja karena 2 alasan. Pertama alasan geografis (lebih dekat dengan tempat tinggal), kedua karena pada tahun yang sama saya belum mampu untuk meneruskan ke kelas yang lebih tinggi (kelas IV). Saya memilih untuk memperdalam ilmu di kelas III (alias tidak naik kelas).
Tahun 1984, pendidikan dasar saya selesaikan dengan hasil yang baik dan melanjutkan ke pendidikan menengah SMP Negeri I Abepura (sekarang SMP Negeri 2 Jayapura). 1987 saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di SMA Negeri I Jayapura hingga tahun 1990.
Puji Tuhan! Orang tua saya memperoleh sedikit rejeki sehingga saya dapat menikmati jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi di STMIK Gunadarma Jakarta pada tahun yang sama hingga tahun 1997.
Berbagai pendidikan non formal seperti kursus, pelatihan dan penataran yang berhubungan dengan profesi saya sekarang ini sudah cukup banyak saya lalui. Dimulai dari kursus teknisi komputer, hingga pelatihan multi media tingkat nasional yang dilaksanakan oleh PUSTEKOM di Jogja pada Mei 2007 yang lalu.

profesi

Berawal dari tawaran seorang teman untuk mengajar di unit SMA dan SMP pada Yayasan Pendidikan Katolik RICCI Jakarta pada tahun 1995, membawa saya untuk mengabdi sebagai seorang guru bidang studi komputer (sekarang TIK). Pengabdian saya berakhir pada tahun 2001 setelah panggilan untuk kembali dan mengabdi di tanah kelahiran saya Jayapura begitu kuat.
Sempat menjadi supir angkot/taxi beberapa bulan setelah tiba kembali di Jayapura karena belum ada panggilan pekerjaan. Pada April 2001 tawaran pekerjaan untuk mengajar sebagai guru TIK saya terima pada Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua Diaspora Kotaraja Jayapura. Saya jalani selama 3 bulan dan kemudian dengan terpaksa saya tinggalkan setelah mendapatkan tawaran yang lebih menarik pada SMA YPPK Teruna Bakti dan Institut Teknologi Jayapura (ISTJ) pada bulan Agustus 2001.
Profesi sebagai guru TIK pada SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura masih saya jalani hingga saat ini. Sedangkan profesi sebagai seorang dosen luar biasa pada fakultas Ilmu Komputer Institut Teknologi Jayapura sekarang Universitas Teknologi Jayapura (USTJ) saya lakoni hingga tahun 2005.
Tawaran pekerjaan datang bagaikan ombak yang silih berganti mencapai tepian pantai. Lepas USTJ, datang tawaran dari SMA YPPK Bonaventur Sentani Kab. Jayapura. Satu tahun saya jalani kemudian berhenti karena kesulitan dalam membagi waktu mengajar.
SMA YPPK Bonaventura Sentani lepas, datang tawaran dari SMP YPPK St. Paulus Abepura hingga kini.

dan prestasi


Tidak banyak prestasi yang telah saya ukir. Terlebih prestasi dalam dunia pendidikan, saya bukanlah orang yang terlalu pandai untuk itu.
Namun dalam dunia olahraga, saya sempat meraih beberapa prestasi khususnya dalam cabang olahraga sepatu roda. Memang, prestasi tertinggi yang pernah saya raih hanyalah tampil sebagai yang tercepat di propinsi Irian Jaya, namun catatan waktu saya untuk nomor 200m putra tersebut tercetat sebagai Record Nasional (dalam Pekan Olahraga Daerah Irja 1988).
Beberapa kali (1986-1988) saya ikut ambil bagian dalam kejuaraan nasioal yang diadakan di Jakarta, Surabaya maupun Semarang. Sayang tidak ada satupun prestasi tingkat nasional yang dapat saya ukir.
Selain sepatu roda, saya pernah keluar sebagai juara III kejuaraan Karate Junior Prop. Irian Jaya tahun 1985. Juara I Beregu Putra dalam Kejuaraan Daerah Karate Prop. Irian Jaya tahun 1987.
Pernah keluar sebagai juara I ketangkasan bermotor yang diadakan oleh POLDA Irja dalam rangka HUT Bhayangkara tahun 1988.

Bagaswara Dei Gratia Lase


Bagaswara Dei Gratia Lase, begitu nama putra pertama kami yang lahir di Bogor pada 7 Maret 1999. "Bagaswara" yang berasal dari bahasa Sansekerta bermakna "Suara yang bagus" atau "Kabar Baik". Sedangkan "Dei Gratia" berasal dari bahasa Latin yang berarti "Pemberian Tuhan". Jadi makna dari nama putra pertama kami adalah Kabar baik pemberian Tuhan. Besar harapan kami bahwa disuatu saat nanti ia dapat memhadirkan kabar kesukacitaan bagi seluruh umat manusia.

Kini duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Waena. Berprestasi baik di kelasnya selalu berperingkat I sejak duduk di kelas I, II, dan III. Menjadi kesayangan para guru karena diamnya, penurut, serta disiplin. Padahal kalau di rumah???
Layaknya anak-anak Papua, putra kami senang bermain sepak bola, biola, dan komputer.

Damian Desmonda Lase



Putra kedua kami beri nama Ignatius Damian Desmonda Lase. Berbeda dengan pembawaan kakaknya, yang satu ini ibarat sebuah dinamit dengan sumbu yang sangat pendek (mudah meledak..... buummm!!).
Lahir di Bogor pada 11 Desember 2000 memiliki karakter yang cukup keras. "Damian" merupakan nama salah martir yang menyerahkan diri secara total untuk melayani para penderita kusta yang diasingkan pada jamannya. Betapa besar cintanya kepada para penderita, ia buktikan dengan kesetiaanya dalam melayani mereka hingga ajal menjemput.
Pastur Damian akhirnya meninggal di tempat ia mengabdikan dirinya akibat penyakit yang dideritanya termasuk KUSTA.
"Desmonda"..... saya tidak tahu persis berasal dari bahasa apa. Nama yang satu ini pemberian kedua orang tua saya. Kata mereka Desmonda berarti "Kesayangan Tuhan".
Kini duduk di kelas I pada sekolah dasar yang sama dengan kakaknya. Ia pun telah menunjukkan bahwa ia mampu berprestasi di sekolah seperti kakaknya.
Harapan kami semoga kelak ia dapat meneladani apa yang telah dilakukan Pastor Damian sehingga ia akan selalu menjadi KESAYANGAN TUHAN.

Istriku

Maria Regina Lian, lahir di Bogor pada 23 September 1977. Merupakan putri bungsu dari pasangan Tjia Jan Seng dan Nio Yan Nyo. Perempuan keturunan ini saya nikahi pada 3 Mei 1998 tepat 2 minggu sebelum pecahnya kerusuhan Jakarta yang menyebabkan lengsernya pak Harto.
Pemilik nama asli Tjia Lie Lian ini suka sekali makan bakso, jalan-jalan, dan nonton. Horor merupakan film favoritnya (sebenarnya orang ini agak penakut sih).


What I did

SMA YPPK Teruna Bakti merupakan tempat saya mengabdi saat ini bernaung di bawah Yayasan Pedidikan dan Persekolahan Katolik St. Fransiskus Asisi Jayapura. Bidang Studi yang saya ajarkan pada sekolah ini adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi pada kelas X dan XII.
Prestasi yang telah saya capai bersama dengan beberapa siswa kami dalam bidang TIK adalah :
- Juara I, III olimpiade Komputer Tk. Kota Jayapura Th. 2004
(diraih oleh Jan Frans Montje Patty, dan Maria Pentania Rafra)
- Juara II olimpiade Komputer Tk. Propinsi Papua Th. 2004
(diraih oleh Jan Frans Montje Patty)
- Juara I, II olimpiade Komputer Tk. Kota Jayapura Th. 2005
(diraih oleh Jan Frans Montje Patty, dan Ramond Ferryl Hattu)
- Juara II, III olimpiade Komputer Tk. Kota Jayapura Th. 2007
(diraih oleh Setiawan, dan Nanang Prasetyo)
Saat ini saya sedang mempersiapkan Tim Olimpiade Komputer SMA YPPK Teruna Bakti yang masih diperkuat oleh Setiawan.
Apa yang telah saya buat di sekolah ini belum berarti apa-apa, dan itu yang terus memotifasi saya agar dapat mengantarkan siswa saya ke pentas Nasional. Ini merupakan JANJI.

Aku dan Siswa



Saya percaya dengan pepatah yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang", dan saya berpendapat bahwa keberhasilan seorang siswa banyak dipengaruhi oleh gurunya. Bagaimana mungkin seorang siswa mau mendengarkan materi yang diajarkan oleh seorang guru, jika guru yang bersangkutan tidak berkenan di dalam harinya. Sudah barang tentu apapun yang akan disampaikan oleh guru tidak ada yang akan "nyangkut" dalam otak siswa.
Lalu....
Kemampuan seorang guru untuk membuat dirinya disenangi oleh siswa merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki oleh setiap guru. Banyak faktor yang dapat dilakukan untuk itu. Salah satunya adalah dengan berkata jujur dan mau mengakui kesalahan yang telah dilakukan oleh seorang guru dihadapan para muridnya (guru juga manusia = guru bisa salah). Berperan menjadi sahabat bagi siswa untuk mendengarkan keluh kesah mereka jauh lebih baik dari pada berperan sebagai orang tua yang mengatur mereka untuk melakukan ini dan itu. Mau menerima siswa apa adanya, apapun kemampuannya. Berikan kepada para siswa pilihan untuk menentukan materi pelajaran yang ingin mereka dalami.
Ini hanyalah sebagian dari tips dan trik untuk menjadi guru yang disenangi oleh para siswa. Semoga bermanfaat.
Bagaimana pendapat anda? Silahkan anda posting di sini....

Pa and Ma

Yustinus Lase, B.Sc ayah saya berasal dari pulau Nias yang terkenal dengan lopat batunya. Lahir pada tanggal 21 Februari 1940 sudah berada di Papua sejak tahun 1961. Kata orang-orang sih kemungkinan ayah saya ini merupakan orang Nias pertama yang datang ke pulau nan indah Papua. Orang yang satu ini kuat pada pendiriannya, dan perfectionis. Segala sesuatu harus dikerjakan sesuai dengan aturan dan prosedurnya.
Beliau sangat disiplin, keras, dan tegas. Itulah kebanggaan saya terhadapnya.
Kehadiran ayah saya di Papua berawal ketika ia bergabung dalam dinas kesehatan RI. Diterjunkan pertama kali di pedalaman Merauke - Asmat.
Tugas yang diemban saat itu adalah mensosialisasikan cara hidup yang sehat kepada masyarakat setempat.
Ada beberapa cerita menarik ketika ia bertugas dulu. Transportasi yang ada pada waktu itu adalah perahu khas suku Asmat, (panjang, sempit dan tidak ada banyak ruang untuk duduk) sementara ayah saya tidak pandai berenang. Jika menemukan buaya dalam perjalanan disepanjang sungai sudah pasti buaya tersebut akan diburu. Kalau mereka berhasil mendapatkannya, buaya tersebut akan dimasukkan ke dalam perahu bersama dengan penumpangnya. Bisa anda bayangkan bagaimana takutnya ayah saya....
Cerita lain yang lebih menegangkan adalah ketika ia dan rekan-rekannya berusaha untuk mengubah suatu tradisi yang telah dijalani masyarakat suku Asmat sejak jaman dulu.
Masyarakat Asmat saat itu tidak pernah mau menguburkan jenazah orang yang sudah meninggal, dengan alasan bahwa tanah merupakan sumber bagi kehidupan mereka sehingga tidak dapat dicemari.
Jenazah pada saat itu hanya dibaringkan di atas para-para (bale-bale) dalam waktu yang cukup lama. Cairan yang keluar dari tubuh jenazah dibiarkan menetes dan mengakibatkan bau tidak sedap yang sangat menyengat. Bau tersebut sudah pasti menjadi undangan resmi bagi para serangga seperti lalat. Pada saat itu banyak orang yang jatuh sakit bahkan meninggal dunia akibat serangan kolera, disentri, dan berbagai penyakit lainnya yang disebabkan oleh bibit penyakit yang dibawa serta oleh lalat. Tradisi yang kurang sejalan dengan prinsip hidup sehat ini yang berusaha diubah oleh tim ayah saya saat itu. Bukan cuma penolakan saja yang mereka terima, melainkan ancaman PEMBUNUHAN.
Dengan berbagai cara akhirnya saran untuk mengkremasikan jenazah pun dicoba, dan berdampak positif bagi masyarakat saat itu wabah kolera, disentri, dan lainnya perlahan mulai dapat dicegah. Pensiunan Dinas Kesehatan Prov. Papua dan PT. Askes Indonesia Cabang Maluku dan Papua ini telah jatuh cinta pada Papua sejak saat itu.

Blandina Maria Theresia Dumatubun,menjadi pilihan ayah saya sebagai pendamping hidupnya. Ibu saya ini lahir di pedalaman Merauke pada 23 Februari 1946. Ketika itu kakek saya bekerja sebagai guru di sana. Asal ibu saya dari Kei (Langgur) Maluku Tenggara. Pernah bekerja sebagai perawat di rumah sakit daerah Merauke, dan akhirnya bertemu dengan ayah saya di sana.
Kisah cinta mereka sangat berliku, ditentang oleh keluarga, hanya karena perbedaan prinsip antara keduanya. Namun... cinta ya cinta. Tak ada dapat membendungnya. Akhirnya menikah, dan direstui.

Dari hasil pernikahan kedua orang tua saya, mereka telah dikaruniai dengan 2 orang putra (termasuk saya yang tertua), 2 orang putri, serta 7 orang cucu.

Panjang umur ma, pa. Semoga Tuhan memberkati kalian.

Malaria

Malaria merupakan salah satu penyakit favorit yang paling tidak 1 tahun sekali harus saya nikmati. Penderitaan yang begitu menyakitkan saya alami terjadi pada bulan oktober (tropika +1), november (tersiana +1), desember 2006 (tropika +1) dan januari 2007 (tropika +2 dan tersiana +1). Bayangkan setiap bulan pada bulan-bulan tersebut saya harus menikmati malaria. Januari 2007 memaksa saya untuk beristirahat 1 minggu di RS Dian Harapan Waena.
Adakah yang tahu, bagaimana caranya menghilangkan bibit malaria yang saya pelihara dalam tubuh saya selamanya? Please....

Album

Datang dan lihat gambar-gambar keluarga serta aktifitas saya di Galeryku...

JOKEs of the WeeK

Handphone Baru
Seorang petani yang baru saja menjual hasil panennya di kota berniat untuk mampir ke pusat perdagangan elektronik di pusat kota untuk membeli dua buah handphone.
Setibanya di sana ia langsung melakukan transaksi pembelian dengan seorang pelayan toko.
Petani : "Kalau yang ini berapa harganya mbak?"
Pelayan : "2.500.000 rupiah pak".
Petani : "Apa saja kelebihan HP ini?"
Pelayan : "HP ini sudah didukung dengan teknologi 3G pak".
Petani : "Baiklah. Saya ambil 2, yang ini dan yang itu".
Sambil menyiapkan pesanan sang petani, pelayan bertanya "Bapak tinggal di mana?"
Petani : "Saya tinggal di desa Maju. Kenapa?"
Pelayan : "Apakah sinyal provider HP sudah sampai ke desa bapak?"
Petani : "Oh ya!!! Hampir lupa saya. Kalau begitu tolong sekalian dengan 2 buah sinyalnya
mbak!!!"
Pelayan : @@^&

SMS
Seorang lelaki terlihat sedang asik berbicara dengan menggunakan HP-nya. Entah dengan siapa ia asik berbicara.
10 menit kemudian ...
Disini : "Mas, udah dulu yah... pulsaku sepertinya sudah mau habis".
Disana : "Wah... sayang sekali. Baiklah kalau begitu nanti kamu SMS aku saja yah..."
Disini : "Aduh... ga bisa mas..."
Disana : "Kenapa?"
Disini : "Hmm..... Anu, aku malu nih mas..."
Disana : "Jangan malu! Ga punya uang buat beli pulsa?"
Disini : "Bukan mas... tapi... Tulisanku Jelek mas!!!"
Disana : ???

SMS2
Dari HP seorang bapak terdengar nada SMS masuk.
Dengan cekatan ia merogoh saku celana panjangnya, dan dikeluarkannya sebuah HP Nokia N92 yang baru saja ia beli.
HP tersebut langsung ditempelkannya pada telinga kirinya dan "Hallo.... Hallo!!!" dengan suara yang cukup keras. Mungkin supaya orang lain mendengar dan melihat HP barunya itu.
Namun tidak ada jawaban dari ujung telepon sana.
"Hallo...Hallo!!!" semakin keras suaranya tetapi tetap saja tidak ada jawaban.
Dari belakangnya seorang anak berkata "Pak... pak, mungkin itu SMS pak".
"Oh ya... mungkin juga", jawab bapak itu. Kemudian bapak itu pun dengan nada setengah berteriak "Hallo.... ini dari SMS kah?"....

Hallo....
Seorang lelaki memasuki ruang KBU pada sebuah wartel dengan tergesa-gesa.
Ia langsung mengangkat gagang telepon dan menekan nomor telepon yang ia tuju.
Namun sayang gagang telepon yang dipegangnya terbalik.
Beberapa saat kemudian ... terdengar suara dari dalam KBUnya "Hallo.... Hallo.... Hallooo!!!"
Melihat ia menggenggam gagang telepon yang terbalik, penjaga wartel menghapirinya sambil berkata, "Maaf pak... Terbalik...".
Lelaki itu pun mengucapkan terima kasih. Lalu... "Lohha... Lohha... Lohha...!!!"

Sama saja...

Seorang pelajar SMP lengkap dengan seragam sekolahnya naik sebuah angkutan umum sambil merokok. Tepat duduk disampingnya seorang PNS yang bukan perokok dan merasa agak terganggu dengan asapnya.
PNS : "Ade, ko su merokok e... padahal ko masih sekolah baru..."
Pelajar : "Iyo om. Knapa jadi?"
PNS : "Ah..... Coba kalau uang untuk beli rokok ko tabung. Pasti suatu saat nanti
kalau ko su besar macam om ini ko bisa beli mobil, dan tidak perlu lagi naik
kendaraan umum seperti ini..."
Pelajar : "Oh.... baru knapa om ko masih naik kendaraan umum?"
PNS : "@@#$@#@"

Kok cuma satu, bu...?
Seorang murid bertanya kepada gurunya saat pelajaran sains sedang membahas tentang matahari.
Murid : "Bu, mengapa jumlah matahari cuma satu?"
Guru : "Baru satu saja kulitmu sudah hitam... Bagaimana kalau dua?"
Murid : @#$@@!!!?!

20 derajat ke kiri
Dua buah kapal perang US sedang melakukan latihan perang dengan manuver-manuver yang baru. Latihan sudah dilakukan sejak 2 hari yang lalu. Kini tibalah malam yang gelap disusul dengan cuaca yang tidak bersahabat. Kabut Tebal!!!.
Sang kapten kapal memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga di setiap sudut kapal.
Beberapa saat kemudian....
Kelasi : "Kapten, ada cahaya dari arah depan!"
Kapten : "Bergerak atau diam cahaya itu?" tanya kapten.
Kelasi : "Diam kapten", jawab kelasi.
Kapten : "Kirim pesan, anda supaya pindah 20 derajat ke kiri".
Kelas : "Siap..."
Tak berapa lama mereka pun mendapatkan jawaban "Anda supaya bergerak 20 derajat ke kiri".
Dengan agak kesal, sang kapten memerintahkan anak buahnya untuk mengirimkan pesan "Saya Kapten! Anda supaya berpindah 20 derajat ke kiri!!". Pesan terkirim, dan segera mendapatkan jawabannya. "Saya Kelasi kelas II, Anda supaya berpindah 20 derajat ke kiri!!".
Kali ini sang kapten menjadi sangat marah. Dengan nada agak membentak, ia memerintahkan anak buahnya untuk mengirimkan pesan "Ini Kapal Perang!!! Kamu supaya pindah 20 derajat ke kiri!!!".
Hanya berselang beberapa detik setelah pesan kapten terkirim, datang pesan dari sumber lampu. "Ini mercu suar!!! Kamu bergerak 20 derajat ke kiri!!!"
Sang kapten hanya bisa diam terpaku, dan memerintahkan juru mudi untuk bergerak 20 derajat ke kiri.

Dunia Bisa Menjadi Gelap!!
Dua orang penderita gangguan jiwa sedang ngobrol di teras sebuah Rumah Sakit Jiwa.
Orang gila A : "Tahu ga kamu...?"
Orang gila B : "Tidak. Apaan tuh?"
Sambil naik ke atas sebuah meja orang gila A mengangkat kedua tangannya dan berkata "Aku ini matahari".
Mendengar itu orang gila B berlari menuju ruang dokter.
Dengan terengah-engah ia berkata "Dok, bahaya!!! dia sudah makin parah gilanya!"
Dokter : "emangnya kenapa dengan dia?"
Orang gila B : "Dia naik ke atas meja dan berkata bahwa dia adalah matahari"
Dokter : "Kalau begitu kamu suruh saja dia turun dari meja".
Orang gila B : "Jangan!!!"
Dokter : "Kenapa?"
Orang gila B : "Kalau dia turun dari meja dunia ini bisa gelap!"


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Architecture. Powered by Blogger